Selamat Datang di Website Resmi SMK Negeri 3 Mataram

DETAIL BERITA

SMK Negeri 3 Mataram Penyelenggara LKS Nasional

SMK Negeri 3 Mataram Penyelenggara LKS Nasional


SMKN 3 Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapatkan suatu kehormatan untuk menjadi tuan rumah penyelanggaraan Lomba Kompetensi Siswa SMK Nasional ke-26 Tahun 2018. Kompetesi tahunan khusus jenjang SMK tersebut digelar pada tanggal 06 – 12 Mei 2018 serta bersamaan dengan puncak Hari Pendidikan Nasional 2018 yang dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat TGH. Muhammad Zainul Majdi di Lombok City Center, Narmada pada hari Senin, (7/5).

LKS ke-26 menggelar sebanyak 51 bidang lomba khusus jenjang SMK ditambah lima bidang lomba bertajuk South East Asia Creative Camp yang diperuntukkan remaja 16 sampai dengan 21 tahun dengan system online. Lombok City Center merupakan arena utama penyelenggaraan LKS ke-26 tingkat Nasional 2018. Disamping itu, beberapa sekolah kejuruan di Provinsi NTB diberikan amanat untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan beberapa bidang lomba, yaitu SMK Negeri 3 Mataram, SMK Negeri 4 Mataram, serta SMK Negeri 1 Lembar.

Kompetisi yang diikuti 1.061 peserta tersebut memberikan SMK Negeri 3 Mataram kepercayaan sebagai tuan rumah dua bidang lomba pada penyelenggaraan LKS ke-26 Nasional 2018, yaitu Wall and Floor Tiling serta Brycliying. Dengan pertimbangan kapasitas lokasi perlombaan, letak lokasi perlombaan, serta keamanan menjadikan SMK Negeri 3 Mataram dipercaya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetensi bergengsi tersebut.

Secara keseluruhan, Lomba Kompetensi Siswa SMK tingkat Nasional ke-26 tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui kemampuan aktif atau skill yang dimiliki siswa SMK. Tidak hanya itu, daya saing secara positif dan ketekunan siswa dapat dilatih di sini guna menyiapkan lulusan SMK yang siap kerja, santun, mandiri serta kreatif.

Suatu kehormatan serta prestasi untuk SMK Negeri 3 Mataram telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan event nasional seperti itu. Bidang Lomba Wall and Floor Tiling yang digelar di SMK Negeri 3 Mataram diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari 21 provinsi di Indonesia. Siswa yang mengikuti bidang lomba ini menempuh kompetensi keahlian Teknik Kontruksi Batu Beton di sekolah mereka. Peserta diberikan proyek oleh tim juri yang berasal dari lembaga pemerintahan terkait bidang lomba, industry terkait, serta lembaga pendidikan. Proyek tersebut yang menjadi lumbung penilaian untuk peserta dari dewan juri. Dengan memanfaatkan berbagai jenis warna keramik serta beberapa bahan yang disediakan tim panitia, peserta diharuskan untuk membuat dua dinding yang bermotif pura dan penari wanita selama 14 jam yang dibagi dalam dua hari. Kemudian, hari terakhir peserta harus menyelesaikan pembuatan lantai dengan motif bertuliskan LKS 18.

Dalam bidang lomba Wall and Floor Tiling ini terdapat antusias tinggi yang dielu-elukan oleh kontingen asal dari Kalimantan Selatan. Pasalnya, kontingen Kalimantan Selatan sudah menjadi juara pada tiga penyelenggaraan LKS sebelumnya. Antara lain juara pertama LKS di Banten pada tahun 2015, Malang pada tahun 2016, Solo pada tahun 2017. Bahkan mewakili Indonesia di World Skill Competition di Abu Dhabi pada 2017 silam dan mendapat peringkat kelima atas nama Muhammad Musli. “Persiapan total yang dilakukan hanya satu bulan, latihan bongkar potong cukup tiga kali, tapi yakin juara lagi,” seru Muhammad Syaifullah peserta bidang lomba Wall and Floor Tiling kontingen Kalimantan Selatan.  

Penilaian keseluruhan proyek yang diikuti oleh 21 peserta tersebut meliputi penilaian objektif dan subjektif. Adapun penilaian objektif antara lain : ukuran elemen bahan, kedataran bidang, ketegakan, kesikuan, kerataan, serta kelengkapan gambar. Sedangkan untuk penilaian subjektif antara lain : potongan dan tampak keseluruhan proyek. Seluruh penilaian akan diselesaikan pada hari ketiga pelaksanaan lomba tersebut dikarenakan pada hari ketiga peserta hanya memiliki sisa waktu 4 jam untuk menyelesaikan tahapan proyek. Hasil penilaian kemudian akan diserahkan langsung ke panitia umum LKS ke-26 tingkat Nasional 2018 sebelum dipublikasikan pada malam penutupan.

Beralih dari bidang lomba Wall and Floor Tiling, bidang lomba lain yang diselenggarakan di SMK Negeri 3 Mataram yaitu Bricklaying. Sama seperti bidang lomba Wall and Floor Tiling, Bricklaying melombakan siswa yang menempuh pendidikan Teknik Kontruksi Batu Beton di sekolahnya. Hanya saja, untuk bricklaying peserta diberikan proyek oleh dewan juri yang berasal dari lembaga pemerintahan terkait bidang lomba, industry terkait, serta lembaga pendidikan. Peserta akan memanfaatkan skill, kekuatan, serta kreativitas dalam mengolah bahan – bahan yang telah disiapkan oleh tim panitia untuk membuat proyek Pasangan Indah. Proyek yang tersusun dari bahan bata press dengan dua warna tersebut ditetapkan dewan juri memuat tulisan SMK dan 18 di dua sisi proyek tersebut. Sebanyak 25 peserta yang berasal dari 25 Provinsi bersaing ketat untuk menyelesaikan kompetesi selama 17 jam yang terbagi dalam waktu tiga hari.

Salah seorang peserta yang unjuk kebolehan di bidang Bricklaying mengaku belum puas dengan hasil pekerjaannya sejauh ini, “Jujur, persiapan Saya kurang maksimal untuk ke tingkat Nasional ini. Saya duduk di kelas XI SMK, jadi kekurangan bahan pelajaran. Tapi bagaimanapun juga saya harus tetap berusaha dan menjadikan ini pengalaman,” ujar siswa SMK Negeri 3 Palu yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah.

Beralih lokasi menuju sekolah penyelenggara bidang lomba Pastry Cook adalah SMK Negeri 4 Mataram. Sebanyak 17 peserta yang berasal dari perwakilan 17 Provinsi di Indonesia untuk membuat masakan berjenis kue dan jajanan tradisional Indonesia. Dengan waktu 21 jam yang terbagi dalam tiga hari pengerjaan, peserta diharuskan untuk menyelesaikan proyek ang diberikan dewan juri dengan memperhatikan aspek penilaian juri antara lain : persiapan, metode, hasil atau rasa, serta keseluruhan tampilannya. Pastry Cook merupakan pecahan dari paket keahlian Tata Boga yang dikembangkan menjadi Pastry Cook yaitu yang menguasai masakan kue – kuean kemudian Cooking yaitu memasak masakan pada umumnya. Di dalam lomba ini, peserta ditugaskan untuk membuat enam jenis hidangan antara lain : Small Cake, Plated Dessert, Chocolate Praline, Chocolate show Plece, Sugar Showpice, serta Gateaux.

“Kesulitannya, karena di lokasi penyelenggaraan lomba tidak ada jurusan Pastry Cook, jadi persiapan alat dari panitia kurang, jadinya jaga-jaga membawa alat sendiri,” ujar Ibu Nik-Nik guru Pembina yang berasal dari kontingen Jawa Barat. Selaku pembimbing peserta lomba Ibu Nik-Nik menyampaikan kesigapan terkait kesiapan sebelum timnya tampil kebolehan di LKS ke-26 ini, “persiapan dilakukan kurang lebih dua minggu karena banyak halanganseperti ujian sekolah, tes SNMPTN. Kemenangan urusan yang di atas, yang penting sudah berusaha dengan maksimal saja. Tahun lalu mendapat juara ke-3.”

Tidak hanya itu, Widi Puji Astuti yang merupakan guru pembimbing dari kontingen Provinsi Jawa Timur optimis kembali untuk mempertahankan gelar karena pada penyelenggaraan LKS 2017 di Solo Jawa Tengah kontingen yang dibawanya berhasil menjadi juara pertama. “Dengan persiapan khusus untuk ke LKS tingkat nasional yang kurang dari sebulan, saya bersama tim terus berupaya meningkatkan pemahaman dan skill siswa. Sangat beruntung telah dilaksanakan seleksi di tingkat sekolah bahkan sampai mewakili provinsi di tingkat nasional ini,” imbuh guru yang berprofesi di SMK Negeri 2 Boyolangu Tulungagung tersebut. “Optimis untuk juara kembali meskipun persaingan meratadan semua peserta sangat baik namun harus tetap yakin,” tambahnya.

“Kegiatan ini sangat baik, mampu meningkatkan kompetensi siswa pastinya, menyiapkan tenaga kerja yang terampil, mempunyai daya saing, kemudian inovatif,” ujar Dra. Sunayah guru pembimbing kontingen Provinsi Kalimantan Tengah di sela – sela mendampingi siswanya yang sedang berkompetisi. Kemudian, Muklis guru pembimbing peserta kontingen Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi adanya penyelenggaraan lomba tersebut, “Kegiatan semacam ini mampu mengukur kemampuan siswa, dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan masing – masing peserta apabila berkaca dari daerah lain. Kekurangan yang didapat bisa lebih untuk dievaluasi. Hal tersebut demi terwujudnya pemerataan kemampuan siswa di Indonesia.”

Sebelum berlomba di LKS ke-26 tingkat Nasional 2018, siswa melewati tahap seleksi mulai dari seleksi tingkat sekolah, kemudian berangkat mewakili sekolah di Kabupaten Kota hingga mewakilkan Provinsi di tingkat Nasional. Kemudian, pemenang dalam kompetisi ini akan diadu kembali dengan siswa sebelumnya hingga mendapatkan nama yang akan mewakili Indonesia di tingkat Asean di Thailand serta tingkat Dunia di Russia.

Disamping itu, pada penyelenggaraan LKS ke-26 Tahun 2018 Badan Sertifikasi Nasional Pusat bekerja sama dengan Kemdikbud selaku penyelenggara LKS untuk melakukan sertifikasi terkait kemampuan yang dimiliki oleh seluruh peserta yang memperlihatkan skillnya dalam bekerja. Nantinya, peserta akan diberikan sertifikat berskala nasional terkait kemampuan atau skill yang dimilikinya. Kemudian, sertifikat tersebut dapat digunakan untuk dijadikan modal dalam bekerja ke perusahaan – perusahaan karena akan menjadi bukti bahwa sang pemilik sertifikat memiliki kemampuan dalam bekerja.

Lombok City Center yang merupakan tempat pelaksanaan utama Lomba Kompetensi Siswa SMK Nasional ke-26 Tahun 2018 terasa ramai. Mulai hari pertama hingga hari terakhir, lokasi tersebut sangat ramai dengan kunjungan manusia. Mulai dari peserta, penonton masyarakat luas, bahkan siswa sekitar ramai memadati tempat tersebut.  Disamping menampung lokasi perlombaan, LCC juga sebagai tempat dilaksanakannya pameran serta pemasaran tamatan atau Job Matching 2018. Pameran kebudayaan oleh 34 Provinsi di Indonesia serta pameran produk unggulan sekolah SMK di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mengenai tempat penyelenggaraan, SMK Negeri 3 Mataram menyiapkan empat lokasi perlombaan. Antara lain satu tenda untuk bidang lomba Wall and Floor Tiling serta tiga tenda untuk bidang lomba Bicklaying. Sedangkan, untuk keamanan peserta, pengunjung, bahkan pembimbing pihak sekolah telah menyiapkan lokasi parkir yang aman.

Untuk mewujudkan suksesnya seluruh rangkaian kegiatan tersebut diperlukan kerja sama berbagai pihak. Kerja sama yang baik antara beberapa lembaga terkait akan lebih mempromosikan kegiatan positif ini kepada masyarakat agar dapat menyaksikannya secara gratis. Disamping itu, dampak kegiatan ini pada umumya dapat mendongkrak kegiatan ekonomi di Kota Mataram. Hal tersebut dapat terlihat dari penginapan peserta dan pembimbing yang ditempatkan di berbagai hotel di Mataram. Kemudian, pedagang pernak – pernik khas Lombok membanjiri halaman depan hotel sebagai penginapan serta LCC bahkan SMK Negeri 3 Mataram sebagai lokasi perlombaan.

Tidak hanya ingin sukses di dalam penyelenggaraan, SMK Negeri 3 Mataram juga berpacu dan berambisi untuk ikut sukses sebagai peserta LKS ke-26 Tahun 2018 tingkat nasional. SMK Negeri 3 Mataram mengirimkan empat siswa terbaiknya untuk mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat di ajang ini. Peserta tersebut telah mengalami tahap seleksi di tingkat sekolah dan kabupaten kota. Keempat siswa tersebut ialah, Wahyu Syahrul Jihad yang berjuang di bidang lomba Wall and Floor Tiling, kemudian siswa atas nama Rahmat Febriansyah yang berlaga di bidang lomba Genery atau perkayuan, selanjutnya siswa atas nama Rahmat Hidayat yang berkompetisi di bidang lomba Bricklaying, serta siswa atas nama Sauqi Afandi yang mewakilkan Provinsi Nusa Tenggara Barat di bidang lomba CNC atau pemesinan.

Jumat malam, penutupan LKS ke-26 Tingkat Nasional 2018 sekaligus pengumuman juara seluruh bidang lomba yang diselenggarakan. Selama empat hari pertandingan dalam LKS, NTB hanya meraih empat medali perunggu saja. Padahal, NTB menargetkan peringkat lima besar nasional. Sementara itu, Provinsi DKI Jakarta Berjaya karena menjadi juara umum penyelenggaraan LKS ke-26 tingkat nasional tahun 2018 dengan mendapatkan total 25 medali, antara lain 17 Medali Emas, 5 medali perak, 3 medali perunggu. Sedangkan, juara umum tahun lalu Provinsi Jawa Tengah harus puas duduk di posisi kedua dengan perolehan 26 medali antara lain 11 medali emas, 8 medali perak, dan 7 medali perunggu. “Kita bersyukur dapat empat medali perunggu, banyak Provinsi besar yang tidak dapat medali sama sekali,” sambut kepala Dikbud Provinsi, H. M. Suruji.

Dengan kerja sama pihak sekolah dengan beberapa instansi, penyelenggaraan kompetisi ini berjalan dengan baik. Dengan adanya aparat keamanan yang berasal dari Polda NTB, mengakibatkan keamanan lebih terjamin. Apalagi ditambah dengan keberadaan kelompok yang berada di dalam SMK Negeri 3 Mataram yaitu Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Kelompok yang senantiasa mengawasi, memantau, serta menjaga berjalannya keseluruhan rangkaian acara. Dengan hal itu, dampak positif terhadap SMK Negeri 3 Mataram ialah memperkenalkan kemajuan, kesiapan SMK Negeri 3 Mataram dalam event nasional. – Kelompok Literasi Siswa SMK Negeri 3 Mataram.