DETAIL BERITA

PATROLI KEAMANAN SEKOLAH SATUAN SMK NEGERI 3 MATARAM

PATROLI KEAMANAN SEKOLAH SATUAN SMK NEGERI 3 MATARAM


PKS merupakan singkatan dari Patroli Keamanan Sekolah yang  merupakan  salah satu ekstrakulikuler atau kegiatan berorganisasi yang umum untuk dijumpai di sekolah Indonesia, salah satunya berada di SMK Negeri 3 MATARAM. PKS pertama kali dibentuk pada tanggal 5 Mei 1975 dengan nama Polisi Keamaan Sekolah, kemudian pada tanggal 5 Juni 1975 namanya diubah menjadi Patroli Keamanan Sekolah dengan persetujuan Bapak Letnan Kolonel Anton Sudjarwo. Sebelum berganti nama menjadi Polisi Keamanan Sekolah dan Patroli Keamanan Sekolah, PKS bernama BKLL yaitu Badan Koordinasi Lalu Lintas yang didirikan pada tanggal 16 Februari 1960. PKS di bentuk sebagai wadah bagi siswa di sekolah yang ingin mengetahui seluruh ilmu lalu lintas di samping harus belajar ilmu – ilmu umum di sekolah.

Patroli Keamanan Sekolah Satuan SMK Negeri 3 MATARAM memiliki sejarah yang tidak terlalu lama, hal itu dikarenakan Patroli Keamanan Sekolah Satuan SMK Negeri 3 Mataram pernah mengalami kevakuman. Vakumnya PKS pada waktu itu disebabkan antara lain ketidaksesuaian antaran harapan pihak sekolah dengan kondisi sebenarnya yang kekurangan anggota dan personel. Hal tersebut diakibatkan oleh kurang minatnya siswa dengan berbagai macam bentuk organisasi.

Akan tetapi, Patroli Keamanan Sekolah satuan SMK Negeri 3 Mataram mulai dirintis kembali dari angkatan pertama pada tahun 2015. Hingga saat ini, PKS di SMK Negeri 3 Mataram menjadi salah satu Esktrakulikuler atau Organisasi utama dan sangat aktif dalam melaksanakan tugasnya, antara lain mengamankan kelancaran arus lalu lintas di area sekolah. Apalagi setelah Patroli Keamanan Sekolah Satuan SMK Negeri 3 Mataram secara resmi berada dibawah naungan dan pengawasan dari Polres Mataram. Kegiatan anggota PKS menjadi lebih aktif bersama anggota kepolisian yang berada di Polres Mataram. Saat ini, Patroli Keamanan Sekolah Satuan SMK Negeri 3 Mataram telah menampung cukup banyak anggota hingga Angkatan IV.

Salah satu tugas PKS di bidang keamanan sekolah yaitu hanyalah sebagai pengawas atau pemantau dari tindakan negatif yang terjadi di sekolah dan untuk dilaporkan pada pihak guru. Sedangkan mengala mi perluasan hingga dijadikan tugas utamanya yaitu mengatur dan menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas di area sekolah.

Banyak manfaat dari mengikuti eksrakulikuler ini, para siswa dan siswi dilatih menjadi semacam ‘polisi sekolah’. Bukan hanya itu, tetapi banyak pengetahuan dan keterampilan yang di dapat oleh anggota PKS seperti, mengetahui bahaya narkoba, bahaya kenakalan remaja dari perspektif sosial, pentingnya kedisiplinan dalam berbagai aspek kehidupan, pembelajaran Peraturan Baris – Berbaris, kekompakan antar sesame, dan materi lalu lintas. Disamping itu, masih banyak lagi kegiatan yang di lakukan Patroli Keamanan Sekolah Satuan SMK Negeri 3 Mataram seperti menjadi petugas kemanan dan patroli acara penting dan besar di sekolah, selalu dilibatkan untuk mengikuti acara di Polres Mataram, serta mewakili sekolah untuk melaksanakan kegiatan lainnya.

Demi kelancaran dan optimalnya struktur serta system organisasi, anggota Patroli Keamanan Sekolah Satuan SMK Negeri 3 Mataram Angkatan ke III mengeluarkan Program Kerja tahunan yang disahkan oleh Plt. Kepala Sekolah pada tanggal 17 September 2017 silam. Untuk program kerja sendiri, berisi tugas dan kegiatan tambahan anggota Patroli Keamanan Sekolah agar dapat menjalan tugas dan kewajiban secara optimal maksimal. Disamping itu, sebagai ajang pendinginan dan penghilang rasa jenuh. Seluruh Organisasi Keamanan Sekolah dari Angkatan pertama hingga ke empat kerap bersantai dan berkunjungke berbagai objek wisata alam. Berikut perinciannya : Mendaki puncak Nanggi, mendaki puncak Pergasingan, Mendakit beberapa bukit di Gunung Sari, berkunjung ke pantai Selong Belanak, Tiu Teja, Sembalun, Wisata Aik Nyet, Tibu Atas, serta masih banyak lagi objek wisata yang dikunjungi bersama.

Dengan hadirnya Ekstrakulikuler Patroli Keamanan Sekolah, diharapkan untuk menjadikan wadah siswa dalam berkegiatan, menjadikan siswa lebih aktif dalam berbagai aspek social, lebih tanggap dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. – Zaetun Saofi Nurjannah X Geomatika