DETAIL BERITA

Agar Tidak Menjadi Pemimpin \

Agar Tidak Menjadi Pemimpin \


Oleh : Yupiter Gulo, Dosen Trisakti School of Management

 

I. Pemimpin Sok Tahu

Leadership style atau Gaya kepemimpinan itu merupakan  area yang sangat pribadi bagi seseorang dan muncul serta tampil secara alami dalam  setiap diri individu yang terkait dengan tipe kepribadian yang dimiliki.

Sesungguhnya kepribadian seseoranglah yang menjadi dorongan utama mengapa seorang pemimpin tampil berbeda dengan pemimpin lainnya. Seorang pemimpin yang tampil sangat otoriter karena sesungguhnya kepribadiannya juga otoriter. Atau sebaliknya, seorang pemimpin yang muncul dengan gaya demokratis karena sebenarnya pribadinya itu demokratis.

Jadi tidaklah terlalu sulit menjelaskan mengapa seorang pemimpin memiliki perangai yang kasar, halus, setengah halus bak malaikat atau dengan gaya lainnya.

Itu dideterminasi habis oleh perilaku-perilaku yang dikenal dengan istilah introversion dan extraversion, pemikiran dan perasaan, dan penilaian dan persepsi.

Semua jenis perilaku ini akan memiliki dampak yang signifikan bahkan besar pada keberhasilan dan kegagalan seorang pemimpin, yang pada akhirnya akan menjadi kunci apakah bisnis yang dikelola sukses atau gagal.

Memahami dan mampu mengenali serta mengidentifikasi sendiri leadership style yang dimiliki, akan sangat membantu seorang pemimpin untuk mengelola dan mengembangkan diri menjadi seorang pemimpin yang lebih baik dan hebat.

Artinya, banyak pemimpin tidak mengenali diri sendiri gaya apa yang dimiliki dalam memimpin. Lebih banyak lagi merasa mengenal gaya kepemimpinannya sendiri tetapi tidak benar dan akibatnya fatal, gagal. Dan inilah yang disebut pemimpin yang sok tahu.

Pesan kunci bagi para pemimpin adalah kenali diri sendiri secara tepat agar bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dan hebat. Dalam sebuah artikel risetnya, Gallup menegaskan bahwa kepemimpinan itu merupakan  salah satu faktor terpenting dalam menentukan apakah budaya kerja bisnis Anda tergolong baik, atau buruk, atau hebat, yang pada akhirnya menjadi penentu bagi keberhasilan dan kesuksesan perusahaan yang Anda pimpin.

Fahami pula bahwa di dalam kenyataannya tidak ada dua pemimpin yang memiliki gaya yang sama persis, tidak ada! Karena ini menyangkut dasar kepribadian. Walaupun banyak orang merasa sama dengan pemimpin tertentu, itu adalah salah dan sok tahu!. Setiap orang memiliki gaya kepemimpinan yang unik dan bercerita tentang gaya kepemimpinan pribadi Anda.

II. Mengenali Gaya Kepemimpinan sendiri

Proses pengembangan kepemimpinan pribadi menentukan gaya pribadi Anda dan kemudian berkembang ke arah yang benar sesuai dengan kebutuhan lapangan dan tantangan yang dihadapi. Seperti apa perubahan yang dituntut akan sangat tergantung dari kondisi riil yang dikelola langsung. Artinya pula bahwa tantangan itulah yang menentukan seperti apa gaya dan diri Anda

Jadi pertanyaan dasarnya adalah apakah Anda mengetahui gaya kepemimpinan Anda? Jawabannya tahu tetapi tidak memiliki keyakinan terhadap yang Anda tahu itu.

Jangan panik karena tidaklah sesulit yang dibayangkan asalakan Anda jujur terhadap diri sendiri sebagai syarat dasar menjadi seorang pemimpin, yaitu integritas.

Periksa dan ikuti strategi berikut ini sebagai panduan dan dalam waktu singkat Anda akan tahu gaya kepemimpinan Anda sendiri.

Pertimbangkan nilai-nilai inti Anda:

Pemimpin yang memiliki nilai-nilai perilaku, pilihan, dan tindakan yang paling dalam, memimpin dengan cara terbaik. Dan semua ini adalah hasil dari gaya kepemimpinan pribadi.

Jadi, identifikasikanlah karakteristik inti Anda yang merupakan prinsip dan yang digunakan untuk membuat keputusan. Mereka adalah hal-hal yang mantap dalam hidup dan akan membantu Anda menimbang pilihan dalam hidup.

Pertimbangkan ciri-ciri kepribadian Anda:

Karakter kepribadian Anda akan menentukan gaya alami Anda dan bagaimana Anda dibentuk. Tidak ada sifat tertentu yang bisa menang, semua sama dan baik dengan caranya sendiri.

Apakah Anda seorang yang introvert, ekstrovert, disiplin, atau berorientasi pada tindakan, Anda akan melakukan dengan cara terbaik untuk hasil yang baik, yang berbeda hanyalah jumlah upaya yang Anda lakukan.

Semua sifat kepribadian ini juga merupakan fondasi penting gaya kepemimpinan setiap orang. Kenalilah dengan baik dan tepat.

Pertimbangkan kekuatan dan kelemahan:

Bagaimana kinerja Anda di masa lalu dan apa kecenderungan Anda untuk melakukan sekarang, semua hal ini akan menentukan bagaimana Anda belajar dan bergerak menuju kekuatan dan kelemahan Anda.

Ketika Anda mengetahui tentang kedua kekuatan dan kelemahan Anda, itu akan membantu Anda mencapai banyak hal jika Anda mengetahui potensi sejati Anda.

Pertimbangkan umpan balik:

Jadi, Anda akan memiliki sedikit gagasan tentang diri Anda dan gaya Anda. Cobalah untuk mendapatkan umpan balik yang tulus dan ketahui apa yang ingin Anda capai.

Menurut gaya pribadi Anda, tanyakan kepada orang-orang bagaimana Anda sebagai pemimpin untuk mengetahui apa yang Anda lakukan, dan bagaimana Anda dapat meningkat.

III. Jenis Gaya Kemimpinan

Setelah Anda menganalisis gaya kepemimpinan pribadi Anda, lihat kategori kepemimpinan mana yang Anda miliki dan tingkatkan diri Anda berdasarkan itu.

Temukan apakah gaya kepemimpinan Anda termasuk otokratis, demokratis, atau gaya kepemimpinan visoner. Ingat tidak ada yang terbaik dan terjelek. Semua gaya pada dasarnya baik dan jelek.

Kepemimpinan otokratis

Pemimpin otokratis adalah bos "bos" yang stereotip. Mereka mencoba untuk memiliki kontrol total pada pengambilan keputusan dan tidak mengharapkan pendapat dari karyawan tetapi hanya kepatuhan mereka. Meskipun ini tentang mengendalikan dan mendikte tim, itu juga dapat mengarah pada kesuksesan dan pertumbuhan.

Seorang dermawan dan miliarder, Steve jobs, adalah contoh yang bagus. Steve jobs adalah pengusaha, pengusaha, penemu dan perancang industri Amerika yang terkenal. Dia dikenal karena pendekatan otoriternya. Gaya kepemimpinannya memastikan bahwa karyawannya mengirimkan produk yang diinginkan konsumen di dunia digital ini.

Pemimpin visioner

Pemimpin memiliki visi yang membuat mereka berpikir dengan cara yang tidak bisa dilakukan kebanyakan orang. Pemimpin visioner menyatukan karyawan mereka untuk bekerja bersama menuju visi bersama. Mereka baik dengan tindakan dan kata-kata, untuk membagikan visi mereka yang menarik ke dunia.

Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela menunjukkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa, termasuk kepemimpinan visioner. Nelson Mandela memiliki visi yang membuatnya berjuang untuk umat manusia yang lebih baik. Mandela juga memiliki visi di mana dia melihat seorang Afrika dengan apartheid dihilangkan dan manusia dibebaskan dan disamakan dan ini membuatnya percaya bahwa dia masih memiliki harapan selama hari-hari paling gelap di penjara.

Visinya membuatnya tetap fokus untuk membebaskan orang-orang dari masa lalu yang berprasangka. Dengan demikian, seorang pemimpin visioner memiliki kemampuan untuk membangun kesetiaan dan membuat setiap orang terus bergerak untuk menciptakan tujuan bersama dan juga mendorong mereka untuk menemukan cara mereka sendiri dalam melakukan sesuatu.

Kepemimpinan yang demokratis

Kepemimpinan yang demokratis memberikan cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu jika situasi berubah secara tiba-tiba. Para pemimpin demokratis menghargai input dari karyawan mereka, tetapi hak pengambilan keputusan akhir dicadangkan untuk mereka sendiri. Pada dasarnya, tidak ada perbedaan khusus antara pemimpin dan bawahan karena pemimpin bersedia untuk berpartisipasi dengan karyawan mereka.

Larry Page, CEO Google, adalah contoh inspirasi gaya kepemimpinan demokratis. Dia memiliki cara memimpin yang sangat terbuka dan setara dan dia mendesak karyawannya untuk mengeluarkan ide-ide gila yang benar-benar dapat mengubah dunia.

Dia bekerja sangat cepat dan percaya dalam membuat keputusan yang lebih cepat. Gaya demokratis paling efektif ketika pemimpin tidak pasti dan membutuhkan ide-ide segar dari tim.

IV. Anda termasuk Gaya Kepemimpinan yang mana ?

Dengan gagasan yang jelas tentang gaya kepemimpinan Anda, buat penilaian dan terserah untuk memperbaiki atau menyesuaikan sifat-sifat gaya yang berbeda.

Namun, tidak ada satu cara yang benar, setiap pemimpin adalah perpaduan gaya yang berbeda tetapi pasti satu gaya pribadi yang paling disorot.

Catatan sederhana ini tentu saja diharapkan akan membantu Anda memahami bagaimana gaya kepemimpinan Anda yang sesungguhnya guna mendorong dan  memengaruhi tim Anda menjadi teamwork yang hebat dan berhasil.

Salam smart, creative and inovative leadership !

Artikel ini telah terbit sebelumnya pada 16 Maret 2019 di Kompasiana