Kegiatan Wirausaha Kelas X Teknik Kima Industri SMK Negeri 3 Mataram

By: Rida Rosalina, S.Pd | Posted on: 2024-02-12 21:57:21

SMEKTI KOMPAK - Kompetensi kewirausahaan merupakan salah satu kompetensi yang disampaikan di pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kompetensi ini penting untuk disampaikan, mengingat tujuan dari pembelajaran SMK adalah untuk menyiapkan tenaga terampil tingkat menengah agar setelah lulus dari SMK dapat mengisi lowongan-lowongan kerja di dunia kerja, berwirausaha, atau melanjutkan ke pendidikan tingkat tinggi. Kewirausahaan juga masuk dalam struktur kurikulum, yaitu pada mata pelajaran Proyek Kreatif - Kewirausahaan (PK-KWU). Mata Pelajaran ini disampaikan di Fase F (Kelas XI dan Kelas XII). 

Fleksibilitas penyampaian materi kejuruan di SMK, tidak menutup kemungkinan, bahwa berbagai kompetensi kejuruan dapat dikenalkan di fase-E (kelas X). Pengenalan tersebut bertujuan untuk memotivasi siswa kelas X, serta mengenalkan karakteristik-karaktersitik kompetensi dari program keahlian yang mereka tekuni. Dalam rangka mengenalkan kompetensi kewirausahan di kelas X ini, pada tanggal 6 Februari 2024, pembelajaran kejuruan X Teknik Kimia Industri (TEKIN) SMK Negeri 3 Mataram, mengenalkan kewirausahaan dengan mengajak siswa praktik kewirausahaan langsung ke masyarakat. Pada pembelajaran sebelumnya, siswa kelas X TEKIN SMK Negeri 3 Mataram telah menghasilkan produk mata pelajaran kejuruan berupa detergen cair sebanyak 40 liter, sabun cuci piring sebanyak 20 liter, pembersih lantai sebanyak 20 liter. Di kegiatan ini pun, siswa juga sudah menerapkan pengemasan produk. Disaat prosedur pembuatan produk dan pengemasan produk sudah menerapkan standar industri rekanan, maka kegiatan pembelajaran kejuruan berikutnya adalah penerapan kewirausahaan. Salah satu elemen pada kelas X TEKIN di Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian Teknik Kimia Industri adalah Profesi dan kewirausahaan (jobprofile dan technopreneurship), serta peluang usaha di bidang kimia industri. Melalui elemen ini, siswa menindaklanjuti produk dan kemasan yang telah mereka hasilkan, dengan memasarkan langsung ke masyarakat.

Dari 32 siswa kelas X TEKIN yang aktif, selanjutnya di bentuk 5 kelompok, dan masing-masing kelompok membawa 3 jenis produk tersebut untuk ditawarkan dan dipasarkan.

Sasaran penerapan kewirausahaan adalah dengan menawarkan produk ke instansi diluar sekolah. Pada kesempatan kali ini, siswa mendatangi SMK Negeri 4 Mataram dan PT. Perusahaan Daerah Air Minum Giri Menang. Kedua instansi ini kebetulan berada di satu kawasan dengan SMK Negeri 3 Mataram. Agar pemasaran produk tepat sasaran, maka guru kejuruan memberikan bekal keterampilan softskill terkait pemasaran, seperti keterampilan komunikasi, meliputi keterampilan menjelaskan kualitas produk, dan keterampilan menjelaskan kelebihan dan kekurangan produk.

Beberapa evaluasi dari hasil praktik kewirausahan ini antara lain, keterampilan komunikasi siswa berada pada kriteria "CUKUP", sehingga dalam hal ini keterampilan komunikasi siswa masih perlu terus diasah. Hasil evaluasi  ini dapat dijadikan sebagai bahan kolaborasi penguatan softskill siswa bersama guru mata pelajaran lain, misalnya Bahasa Indonesia. Dalam hal penerimaan masyarakat terhadap produk, terutama kepercayaan pelanggan pada kelebihan dan kekurangan produk, hasil kewirausahaan memuaskan siswa. Masyarakat selain diberi informasi secara verbal, juga didukung dengan keterangan produk secara tertulis. Pada praktik kewirausahaan kali ini, 85% produk yang ditawarkan siswa laku terjual dan diterima oleh masyarakat. Semoga, pembelajaran berbasis konstektual ini semakin dapat dikembangkan, tidak hanya pada Teknik Kimia Industri saja, melainkan juga pada program keahlian lainnya. (rida)

Choose Colour